“KEMENANGAN” dan “PIALA”

          Pasopati selama ini dikenal karena berbagai piala yang telah diraihnya. “mungkin” Lebih tepatnya selama 3 tahun berturut-turut, dalam setiap perlombaan yang di ikuti, pasopati tak pernah sekalipun pulang dengan tangan kosong. Namun seberapapun banyak piala yang dibawa pulang oleh pasopati, tak jarang Para Purna dan Instruktur Pasopati tetap memarahi adik2nya. Sering kali mereka bilang “Kembaliin aja pialanya, mau buat apa? Penuhin camp aja!!! kalian itu ga pantes dapet piala, penampilan aja cuman setengah hati kok dapet piala?”. Entah apa alasan mereka mengatakan itu, pada awalnya saya sendiri tidak memahaminya. Bahkan tak jarang pula Piala yang telah susah payah didapatkan dilempar, dibuang atau dihancurkan begitu saja oleh Kakak Dewan Kerja maupun Dewan Penasehat. Sedih, dendam, marah, emosi, dan kecewa, aahh entahlah.. rasanya ingin berkelahi saja dengan mereka. Bagaimana tidak?? Setelah apa yang adik2 lakukan dan apa yang adik2 dapatkan, bahkan bermacam-macam piala adik2 bawa pulang, tapi pada akhirnya bukan pujian atau bahkan sanjungan dari mereka, melainkan kemarahan dari para kakak para Dewan Penasihat, Purna maupun Instruktur. Tapi sudahlah, itu semua merupakan hal biasa yang dirasakan oleh anggota Pasopati.

          Sebuah hal yang sangat lucu memang, mendapat piala = dimarahi, piala disimpan = dihancurkan😀 Tapi taukah teman2 jika dalam perlombaan yang baru saja dilakukan, semua Purna dan Instruktur Pasopati sedikitpun tidak ada yang marah, tidak kecewa, dan malah berkata “Kami bangga dengan kalian!! 8 tahun Pasopati berdiri, inilah penampilan terbaik yang pernah ditampilkan pasopati”. Padahal dalam perlombaan itu Pasopati hanya mendapatkan “Best Kostum”, dan “Best Kostum” itu tidak ada hubungannya dengan “penampilan”😀 Saya bingung dengan pola pikir Para Purna dan Instruktur di pasopati ini -_-

       Namun setelah beberapa kali mengobrol dengan para Purna dan Instruktur, saya menemukan jawabannya. Bagi mereka tujuan utama lomba bukanlah semata mata untuk mencari “PIALA”. Bagi para Purna Pasopati lomba adalah ajang dimana kita menunjukkan jati diri tentang “SAIPA KITA” dan untuk apa kita “DIDIDIK dan DILATIH”. Di sanalalah tempat kita tau seberapa kuat mental dan komitmen kita akan sebuah organisasi. Sedangkan Menurut para Instruktur, “lomba” adalah pembuktian anggota aktif kepada para Purna dan Instruktur. Untuk menunjukkan seberapa jauh ilmu yang telah didapat, seberapa kuat mental yang telah ditempa, dan seberapa banyak “darah” yang telah dicurahkan dalam setiap perjuangan pasopati. “Piala” bagi mereka hanyalah “bonus”, sedangkan “pengalaman” adalah “Harta Karun” yang sesungguhnya. Itulah mengapa “Piala” bukan tujuan utama Pasopati dalam mengikuti sebuah lomba.

       Baiklah, Cukup sudah pembahasan mengenai “Pasopati”. selanjutnya saya akan membahas team lain (saudara dari Alphine Edelweiss) yang ada di Keluarga kerajaan Pasopati. Yaitu “Team Rajawali” atau lengkapnya “Team Rajawali Angin”. Sebuah team yang bisa disebut kembar dengan Team Edelweis, karena terlahir di hari yang sama meskipun berbeda “Tema”. Team Rajawali bertemakan “Kekuatan, Ketegasan, Semangat, dan Pertarungan”. Setiap Team di dalam Pasopati memang di desain dan diberikan “Tema” yang berbeda-beda, hal ini dimaksudkan agar semakin banyak warna dan fariasi dalam tiap “Team/Pasukan” yang ada di Pasopati.

          Dan seperti yang saya jelaskan di atas, dalam perlombaan yang baru saja dilakukan oleh Pasopati, atau mungkin lebih tepatnya dilakukan oleh Team Rajawali. Team ini hanya memperoleh title “Best Kostum”. Padahal menurut saya ketika melihat penampilan mereka, mereka seharusnya pantas masuk 3 besar (pendapat pribadi). Namun apalah boleh buat, juri dan panitia berkata lain😀 hanya saja, ada sesuatu yang aneh di kejadian ini. Tidak ada satupun dari mereka, ataupun purna, instruktur, dan bahkan dari guru2 SMK Negeri 1 Nganjuk yang mengajukan protes mengenai hasil yang ada. “Tidak ada yang protes” merupakan kalimat yang sulit untuk terucap, mengingat penampilan dan hasil yang sama sekali tidak sepadan. Dalam fikiran saya berbagai pertanyaan pun muncul, seperti : jangan-jangan mereka semua sudah tau kalau mereka akan kalah bahkan sebelum pertandingan itu dimulai….? atau bahkan saat mendaftar diri di lomba tersebut, mereka sudah mempersiapkan diri untuk kalah? Atau mereka memang sengaja melakukan kesalahan-kesalahan agar mereka kalah? (😀 sepertinya imajinasi saya terlalu liar )

          Beberapa hari setelah perlombaan itu selesai dan saya minta penjelasan dari mereka, mereka hanya berkata “ini adalah hasil perhitungan nilai akhir” (sambil menyodorkan beberapa kertas yang bertuliskan angka-angka). Dan setelah memberikan itu, mereka pergi bergitu saja dan meneruskan latihan rutin mereka untuk menyongsong perlombaan-perlombaan selanjutnya. Dalam hati, saya hanya bisa berkata “maksudnya apa ini?”. Namun setelah beberapa hari saya pelajari, saya akhirnya mengerti maksud dari semua keanehan-keanehan ini. Dan jika temen2 juga ingin mengetahui alasan keanehan2 yang ada, coba teman2 perhatikan tabel penilaian dibawah ini (nilai sama persis dengan hasil perlombaan, hanya susunan saya ganti agar bisa mudah dipahami).

ranking

          Seperti yang terlihat dalam tabel di atas, jika tanpa pengurangan nilai ternyata Team Rajawali menempati posisi 2, namun setelah mendapat pengurangan nilai, posisi mereka turun sampai ke posisi 16. Artinya, penampilan mereka sudah sangat baik, namun ada kesalahan-kesalahan yang membuat mereka harus keluar dari 3 besar, bahkan keluar dari 10 besar. Dan dari situlah jawaban dari keanehan2 yang terjadi akhirnya jelas. Ya, seperti yang Anda fikirkan, ternyata Seluruh Keluarga Kerajaan Pasopati sudah tau. Bahwa sejak pendaftaran di perlombaan tersebut, Team Rajawali Angin diprediksi akan mengalami sebuah kekalahan yang sangat besar. Dan prediksi tersebut ternyata terbukti. Dan anehnya lagi, ternyata sejak awal Team Rajawali ini memang sudah disiapkan mentalnya untuk menerima Kekalahan yang sudah diprediksi tersebut. Lalu pertanyaan yang muncul pastilah “Bagaimana mereka bisa tau bahwa Team Rajawali Angin akan kalah bahkan sejak mendaftarkan diri di perlombaan tersebut? terus kalau sudah tau pasti akan kalah, mengapa tetap mendaftar? Bahkan mendaftarkan 2 team?”. Saya sudah mencoba mempertanyakan hal itu juga, tapi jawaban mereka hanyalah “hahahahahahahahaha (tertawa terbahak-bahak), sudahlah… jangan kau fikirkan hal itu… biarkan itu menjadi rahasia di keluarga kami…”. -_- Jadi ya sudahlah, mungkin mereka memang mempunyai cara sendiri dalam melakukan “Pendidikan”, “Perlombaan” dan “Kemenangan”.

          Hampir saja saya lupa. Memang benar, jika ingin “MEMENANGKAN PIALA” dalam sebuah perlombaan “tampil terbaik saja tidaklah cukup, peserta harus mengikuti semua aturan dari panitia”. Namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku untuk Pasopati, karena Pasopati punya cara tersendiri untuk meraih “KEMENANGANNYA”. Karena bagi Pasopati “Piala” dan “Kemenangan” adalah 2 hal yang berbeda, jadi cara mendapatkannya juga “berbeda”. ^_^

       Nah.. memasuki babak akhir dari artikel ini, dibawah ini adalah “Pertujukan” yang dianggap oleh para Purna dan Instruktur Pasopati sebagai “Pertunjukan” terbaik pasopati dalam 8 tahun terakhir yang saat itu dilaksanakan oleh Team Rajawali Angin.

Sebelum mengakhiri artikel dan cerita ini. Sedikit “Bonus” dari saya, inilah beberapa kata2  filosofi dan curhatan yang menjadi dasar karakter dan perjuangan di Keluarga Kerajaan Pasopati :

 1. Bertahun-tahun yang lalu Sang Raja telah bertitah “Pasopati adalah organisasi pencetak      pemuda-pemudi berkarakter, bukan mesin pencetak Piala”

 2. Seorang Guru besar sekaligus teman seperjuangan pernah berkata:

Jika kamu ingin memenangkan sebuah perlombaan, hanya ada 2 cara :
a. ikuti aturan yang ada, dan jangan pernah melanggarnya. Maka kamu akan                       mendapatkan “PIALA”nya
b. abaikan aturan yang ada, ikuti kata hatimu, lakukan yang kamu percayai, dan                Totalitaslah. Maka kamu akan mendapatkan “KEMENANGAN”mu.

 3. Seorang instruktur berkata “Piala hanyalah benda mati sebagai background Narsis”

 4. Seorang kawan berkawa “Kemenangan dan Piala hanya akan memberikan                              kesombongan, namun kekalahan akan memberikan pengalaman, pendidikan dan                pendewasaan.

 5. Curhatan Keluarga besar Pasopati :

Kami tak akan pernah melupakan luka ini,
Kami tak akan pernah melupakan tetesan air mata ini,
Kami akan terus berlatih,
Kami akan terus berjuang,
Sampai kata “RAJA” tetap menjadi bagian dari “RAJAwali”

      Sedikit pesan dari saya : Mungkin benar, jika dalam sebuah Perlombaan. Kita bisa “Memenangkan Piala” dengan tampil biasa-biasa saja, yang penting ikuti aturan yang ada dan jangan pernah melanggar aturan apapun (Seperti hasil dari perlombaan pada tabel di atas). Namun sepertinya jalan itu sudah tidak sesui dengan “Kemenangan” yang ingin diraih oleh Keluarga Besar Pasopati. Jadi lebih baik jangan memaksa mereka untuk melakukan itu, karena sepertinya itu akan mustahil…😀 karena saya hafal betul bagaimana “Watak dan Karakter” orng2 yang ada di Kerajaan tersebut😛

       Sekian artikel yang saya buat bertepatan dengan hari dimana terjadinya Gerhana Matahari ( 09 Maret 2016 ). Gerhana Matahari tercipta karena “Cahaya” sang Mentari tertutup oleh “Gelap”nya Bulan, namun hal tersebut hanya bersifat sementara.  Sama seperti ke”Gelap”an yang menyelimuti Pasopati. Saya percaya itu hanyalah sementara, dan Pasopati akan bersinar jauh lebih terang dikemudian hari. #KORSA

P.N. : Jay

About pasopati08

pasopati adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh orang-orang terbaik di bidangnya masing-masing. dengan tujuan bersama, yaitu membuat sebuah organisasi yang mampu membuat perbedaan, mampu mendewasakan, mampu menjadi tautan, dan mampu menjadi muda-mudi yang kreatif serta inovatif
Video | This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s